oleh

Gaji Macet, Dosen Universitas Malahayati 4 Bulan Tidak Terima Gaji

Utamanews.id – Bangunan pendidikan yang sangat megah bak pencakar langit milik kampus Universitas Malahayati (UNMAL) dengan ribuan mahasiswa tersebut nampaknya berbanding terbalik dengan kualitas kesejahteraan yang diberikan kepada para staff juga dosen Pendidiknya, Bukanya diberi reward penghargaan, tapi justru ratusan dosen tersebut tidak menerima hak nya (Gaji-red) selama 4 bulan terakhir, Sabtu,(5/12)

Terbukti, Ratusan Dosen UNMAL Bandarlampung, Mengeluhkan hal tersebut lantaran sudah 4 Bulan ini Tidak Digaji.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, dari beberapa dosen mengaku bahwa mereka telah 4 bulan tidak terima haknya, terhitung sejak bulan Agustus hingga saat ini, tidak digaji. Kepada pihak Staff Akademik, para dosen melalui pimpinan lembaga telah berupaya berulang kali mengajukan keluhannya, namun sampai detik ini, pihak kampus tersebut hanya menjanjikan tanpa kejelasan.

Menurut salah satu dosen, yang tidak mau disebutkan identitasnya menyatakan bahwa pembayaran gaji macet mulai terjadi sejak pertengahan Tahun. Ia juga menuturkan bahwa, tindakan pihak kampus selama ini hanya sebatas mencicil atau bayar untuk sebulan dari berbulan-bulan macetnya penggajian, itupun tidak semua rata dosen menerimanya.

“Saya selama ini, dalam kondisi pandemi ini, melakukan pengajaran daring. Inipun membutuhkan paket data yang tidak sedikit. Sekalipun perkuliahan daring dilakukan, saya juga perlu ke kampus untuk lakukan tugas saya. Kendala yang saya alami setelah kemacetan gaji adalah, susahnya memenuhi kebutuhan hidup, transportasi, dan berbagai hal lain yang membutuhkan uang, seperti tunggakan kredit bank dan utang-utang lain yang dipergunakan untuk menalangi kebutuhan selama beberapa bulan ini.” Ungkapnya.

Bahkan salah satu dosen setempat yang sudah lama mengabdi di Kampus tersebut menyayangkan dengan keadaan yang dialaminya di Universitas Malahayati saat ini. Menurutnya, dengan kondisi saat ini, ia cukup sangat kesulitan menjalani hidup lantaran penghasilanya yang hanya mengandalikan gaji saja. Hal ini dikarenakan lantaran tidak adanya kejelasan gaji selama 4 bulan yang seharurnya diterima. Lanjutnya, Sedangkan tuntutan dari pihak Kampus untuk melaksanakan kewajiban tidak sejalan dengan hak yang diberikan.

Untuk memenuhi kebutuhan mereka selama beberapa bulan ini, beberapa dosen itu harus mencari uang dengan cara lain seperti ojek harian online dan berjualan. Namun Harapan dari beberapa dosen ini adalah, segera lakukan pembayaran gaji 4 bulan sekaligus. Sehingga segala persoalan mereka di luar, yang ditimbulkan oleh karena masalah ini bisa diselesaikan. Dengan demikian mereka bisa kembali beraktifitas seperti sebelumnya, baik secara tatap muka maupun daring.

Ditambahkanya, Beberapa dosen juga mengeluhkan, lantaran inisiatif pihak akademik yang terkesan menyepelekan untuk menghadirkan pihak yayasan dan petinggi lembaga.

“Dari pihak civitas akademika, khususnya para dosen rencananya senin depan akan melakukan pertemuan guna membicarakan persoalan tersebut, harapanya semua apa yang menjadi hak kami dapat dipenuhi dari pihak yayasan,” Seraya menirukan ucapan dosen yang enggan disebut namanya tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kampus Universitas Malahayati belum bisa memberikan keterangan. Bahkan, Usaha untuk coba menghubungi lewat pesan Whatsaaap ke nomor Rektor selaku Pimpinan Universitas tersebut pun hanya dibalas dengan melemparkan ke bagian humas.

“ Silahkan diatur dengan humas Rozy” katanya.

Sementara itu, pihak humas akademik Universitas Malahayati Rozy sendiri saat ditanya terkait hal tersebut hanya mengatakan, pihakya telah menyampaikan hal tersebut kepada Wakil Rektor 2, Namun beliau kurang sehat.

“ maaf mas, saya sudah konfirmasi ke wakil rector 2, ternyata beliau kurang sehat,” jelasnya.

Diketahui, Jumlah Dosen pendidik di Universitas Malahayati sendiri yang ber status tetap sebanyak 329 orang, hal itu meliputi 148 Dosen pria, dan 181 Dosen wanita. Sedangkan untuk dosen tidak tetap sebanyak 42 orang, meliputi 29 pria, dan 13 dosen wanita. (rls/rd).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed