oleh

Laporan Yutuber di Anggap Saksi Ahli Terlapor Mengada – Ada

Utamanews.id- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung kembali menggelar sidang dugaan pelanggaran administrasi yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pemilihan Wali Kota/Wakil Wali Kota Bandar Lampung.

Saksi ahli dari terlapor pasangan calon (paslon) nomor urut 03 Eva Dwiana dan Deddy Amarullah, Yusdiyanto menganggap laporan paslon nomor urut  02 Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo mengada-ada dan tidak secara gamblang pada objek yang diperkarakan.

“Yang disampaikan kuasa hukum tidak secara gamblang, maka saya katakan di setiap perkara harus jelas siapa orangnya, di mana, kapan. Deskripsikan ada bukti-buktinya, enggak boleh hanya sebuah narasi saja,” ujar Yusdiyanto, Senin, 28 Desember 2020.

Dia meminta majelis hakim menelusuri secara komprehensif terkait dengan TSM. Pelaporan harus menyeluruh dan bersifat kumulatif.

“Pembuktian TSM harus 50 persen plus satu. Artinya pemohon harus mengadirkan separuh lebih satu saksi dan juga dalam satu daerah minimal dua saksi. Karena satu saksi tidak cukup untuk membuktikan pelanggaran TSM,” kata Yudiyanto.

Kemudian, pelapor juga tidak diperkenankan bernarasi bahwa dengan APBD petahana diuntungkan. Justru yang dikatakan petahana adalah Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar.

“Dikatakan istri yang mendapat dan diuntungkan nyata-nyata petahana yang menjadi calon kalah. Jangankan di Bandar Lampung, di daerah lain pun banyak petahana yang kalah,” kata dia.(rd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed