oleh

Setelah Wagub, Giliran Walikota Pasang Badan Untuk di Vaksin

Utamanews.id– Walikota Bandar Lampung, Herman H.N. menyatakan siap divaksin jika semua persyaratan vaksinasi sudah lengkap. Diantaranya, adalah izin edar atau persetujuan penggunaan darurat yang dikeluarkan BPOM serta fatwa halal dari MUI yang saat ini sedang berproses.

“Boleh aja, boleh, asal sudah diizinkan oleh aparat, kita kan mau sehat semua. Rakyat harus sehat, pemimpinnya juga harus sehat,” ujar Herman H.N, Senin (4/1/2021), saat ditanya kesiapannya menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin Covid-19 sebagai pemimpin di kota Tapis Berseri.

Sebanyak 45 ribu vaksin Covid-19 bermerk Sinovac tiba di Provinsi Lampung pada dini hari, Senin (4/1/2021), dan disimpan di cool room UPTD Instalasi Farmasi dan Kalibrasi Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Menurut Herman, jumlah vaksin Covid-19 yang didistribusikan ke Lampung nomor 3 se Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli mengatakan hingga hari ini pihaknya belum mengetahui berapa jumlah vaksin yang akan didistribusikan untuk Kota Bandar Lampung.

“Untuk Provinsi Lampung dapat 45 ribu, tapi untuk Bandar Lampung, kami belum tahu berapa,” ujar Edwin.

Namun, dia memprediksi, Bandar Lampung akan mendapat vaksin paling banyak karena merupakan zona merah dengan jumlah pasien Covid-19 cukup tinggi.

“Karena zona merah, paling ramai, yang terkena paling banyak, ya pasti paling besarlah (jumlah vaksinnya),” tutur dia.

Erdwin menjelaskan, vaksin yang dikirim oleh PT Biofarma Bandung tiba di Lampung subuh tadi. Saat ini, vaksin disimpan di cool room bersuhu 2-6 derajat celcius milik Dinas Kesehatan Provinsi. Setelah itu akan ditaruh di cold chain untuk didistribusikan ke kabupaten/kota.

“Baru setelah itu didistribusikan ke rumah sakit dan puskesmas di masing-masing kabupaten/kota,” ujarnya.

Edwin mengatakan, hingga kini pihaknya juga belum mendapatkan jadwal kapan vaksinasi di Bandar Lampung akan dilakukan karena vaksin Covid-19 merek Sinovac ini masih dalam proses izin edar di BPOM.(rd).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed