oleh

Ada ‘Power Ranger’ Di Lampung. Siapa Mereka?

Utamanews. Id – Forum Politik Indonesia mengeluarkan sebuah hasil kajian akademik politik yang menyebutkan bahwa Provinsi Lampung memiliki ‘Power Ranger’. Group super hero ini tentu bukanlah pahlawan super seperti di cerita film anak-anak, namun 5 orang anggota DPRD Provinsi Lampung yang dinilai memiliki jiwa heroik dalam menyuarakan aspirasi rakyat.

Ketua Forum Politik Nasional Tamil Selvan mengatakan bahwa Provinsi Lampung merupakan salah satu wilayah di luar pulau jawa yang banyak menghasilkan pemimpin di tingkat nasional. Hal ini yang mendorong pihaknya membuat kajian di Provinsi Lampung.

“Kita lihat Lampung ini adalah provinsi yang banyak menyumbang putra terbaik bangsa menjadi pemimpin di kancah nasional, maka kami terdorong untuk membuat kajian, kali ini dari sisi legislatif, untuk memperlihatkan dan mengangkat citra potensi mereka ke level nasional,” ungkap komunikolog yang akrab disapa Kang Tamil ini kepada awak media, Jumat (18/6).

Kang Tamil menyatakan bahwa pihaknya mengadakan survei kuantitatif dalam menyaring nama-nama anggota DPRD Provinsi Lampung yang dianggap masyarakat berani menyuarakan aspirasi mereka. Lalu dari nama-nama yang didapat dari survei tersebut, dilakukan kajian kualitatif sehingga terdapat 5 nama dari 5 partai.

“Kami gunakan metode kuantitatif dan kualitatif, sebab jika mengunakan metode survei biasa hasilnya akan bias, masing-masing dewan punya nama besar dikonstituennya, dan ini bisa dihasilkan dengan cara macam-macam, salah satunya money politik. Maka kami pertajam dengan metode analisis isi kualitatif dengan menyaring pemberitaan dari setiap nama tadi, dan melakukan wawancara mendalam sehingga menghasilkan 5 nama,” rincinya.

5 nama yang diberi predikat sebagai ‘Power Ranger’ Lampung antara lain ; Wahrul Fauzi Silalahi (Nasdem), I Made Suarjaya (Gerindra), Ade Utami Ibnu (PKS), Budhi Condrowati (PDIP), dan Deni Ribowo (Demokrat).

“Bukan rahasia bahwa sebagai Anggota Dewan banyak belenggu yang mengekang kebebasan bicara, baik dari sisi kepentingan partai, kepentingan politik, bahkan kepentingan ‘cukong’. Namun 5 orang ini terbukti berani memecahkan belenggu itu dan bersuara lantang demi kepentingan rakyat. Maka analisa kami, pantaslah ke-5 Anggota DPRD ini naik kelas ke DPR RI,” ungkap Kang Tamil.

Kang Tamil mencontohkan bagaimana Wahrul Fauzi berani pasang badan untuk seseorang yang melakukan pembakaran polsek karena aduannya tidak ditanggapi pihak kepolisian, lalu dirinya mencontohkan I Made Suarjaya yang dengan lantang mengiring pembentukan pansus singkong ditengah belenggu korporasi tapioka yang mencengkeram di Lampung.

“Kita lihat Wahrul yang berani pasang badan untuk pelaku pembakaran polsek, lalu Cah Angon berani inisiasi petani singkong dan mengiring pembentukan pansus, juga aksi ketiga lainnya yang tak kalah heroik. Ini aksi yang penuh resiko dan pantas diapresiasi,” paparnya mencontohkan.

Diketahui Metode survei kuantitatif yang dilakukan menggunakan multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara via telepon, dengan Margin of error 2,9 persen, dan pendalaman kualitatif mengunakan metode analisis isi serta deep interview method. Waktu survei selama 13 Juni hingga 18 Juni 2021 di 15 Kab/Kota se-provinsi Lampung.(rd/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed