oleh

Erick Thohir Ikut Kunjungan Presiden, Korwil II PP GMKI : Refleksi Kegagalan Menteri BUMN

LAMPUNG, Utamanews.id – Presiden Joko Widodo melaksanakan kunjungan ke Lampung membawa sejumlah pejabat dalam kunker itu salah satu yakni Menteri BUMN, Erick Thohir.

Setiba di bandara Radin Inten II, Lampung Selatan, Presiden langsung meninjau vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pendidik dan pelajar di SMA Negeri 2 Kota Bandar Lampung serta SMP Negeri 1 Pesawaran, Kabupaten Pesawaran. Setelah itu, Jokowi memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Lampung yang digelar di Aula Mahan Agung, Kota Bandar Lampung. Dalam agenda terakhir, Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu.

Korwil II PP GMKI, Ranto Pasaribu menyampaikan program vaksinasi Di Lampung berjalan sangat lambat. “Sampai hari ini, program vaksinasi covid-19 dosis satu baru mencapai 13.30% atau 883,790 jiwa, sementara untuk vaksinasi covid-19 dosis kedua mencapai 8.05% atau 535,053 jiwa. Laju distribusi vaksin di lampung sangat lambat, padahal Provinsi Lampung sangat dekat dengan Ibukota Jakarta”, ujar Ranto Pasaribu.

Ranto mengatakan bahwa kunjungan Presiden ke Lampung merupakan solusi terhadap rendahnya program vaksinasi di Lampung.

“Kehadiran Presiden secara langsung membangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi. Ikutnya Erick Thohir dalam kunjungan Presiden adalah refleksi dari kegagalan menjalankan target Presiden Jokowi”, tutup Ranto

Selain itu, Ranto menyorotin darurat korban asuransi Di Indonesia yang berasal dari BUMN seperti Jiwasraya dan Axa Mandiri.

“Beberapa waktu lalu, ada masyarakat lampung melaporkan 3 juta polis unit link Axa Mandiri ditutup sepihak, sehingga merugikan masyarakat hingga triliunan. Sebelumnya, PP GMKI dan korban jiwasraya telah mendirikan posko perjuangan untuk menolak restrukturisasi yang dilakukan oleh Jiwasraya dan disetujui Erick Thohir. Restruktrisasi adalah bentuk kegagalan Erick Thohir dalam transformasi BUMN Asuransi seperti Jiwasraya”, ujar Ranto

Dalam pernyataan penutup, Ranto menyampaikan agar Erick Thohir punya hati nurani dalam menyelamatkan uang masyarakat, bukan malah merugikan. (rls/rd).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed