oleh

Billy Membrasar; GAMKI Inkubator Pengembangan Potensi Pemuda

LAMPUNG, Utamanewa.id – Pendidikan Karakter Generasi Muda Menjadi Dasar Kembali Berdirinya GAMKI Di Provinsi Lampung. Menuju KONFERDA GAMKI Lampung yang akan dilaksanakan tahun ini, Tim Caretaker GAMKI mengadakan Webinar bertemakan, ”GAMKI Bersama Gereja Mempersiapkan Generasi Muda Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Minggu, (12/09/2021).

Ketua Caretaker GAMKI Lampung, Melky Samosir menyampaikan bahwa Pemuda bukan hanya sebagai penonton dalam menyambut 100 Tahun Dirgahayu Republik Indonesia pada Tahun 2045. “Sampai saat ini, Gereja masih konsisten dalam melaksanakan pendidikan bertahap bagi generasi mudanya, yaitu pendidikan sekolah minggu, remaja sampai ke tahap pemuda. Pada era Revolusi Industri ini, GAMKI berharap Gereja menjadi Inkubator ide dan masukkan pemuda dalam membaca berbagai trend dan tantangan yang ada menuju 2045”, ujar Melky Samosir.

Webinar ini dihadiri oleh narsumber dari berbagai stakeholder, yaitu Billy Mambrassar Staf Khusus Millennial Presiden RI, Pastor Brian Siawarta salah satu pegiat sosial media, Sahat Martin Philip Sinurat, S.T., M.T. Sekretaris umum DPP GAMKI. Perwakilan aras gereja Pdt. Samuel C. Sitompul, S.Th. selaku Ketua PGI Wilayah Lampung, dan Pdt. Indra Rimbawan Sekretaris PGLII Lampung.

Billy Mambrassar Staf Khusus Millenial Presiden RI mengapresiasi pelaksanaan webinar ini. Bagi Billy, Gereja bukan hanya tentang Bible Knowledge tetapi juga pengertian “Ecclesia“ itu sendiri. Lembaga kristen dan gereja harus mempu menekan angka kemiskinan di daerah, dan menjadi pelopor peningkatan pendidikan di daerah. ”Gereja sebagai institusi keagamaan dan sebagai tempat ibadah harus juga bisa mencetak aktor bisnis, market place, dan enterpreneur. Gereja harus berperan sebagai enterpreneur sosial, penggerak ekonomi jemaat dan masyarakat, tentunya dengan pembinaan dan kreativitas generasi muda”.

Sahat Martin Philip Sinurat, S.T., M.T. Sekretaris umum DPP GAMKI menyampaikan bonus demografi di Indonesia sudah setengah perjalanan hingga puncaknya di tahun 2030, dimana jumlah usia produktif dua kali lebih banyak dari usia non produktif. Artinya, pembekalan diri bagi setiap pemuda menjadi fokus utama GAMKI dan Gereja. Sahat juga mengajak seluruh Pemuda di Indonesia turut lebih proaktif membantu Pemerintah dan masyarakat dimulai dari mengatasi wabah Pandemi Covid-19.

Senada dengan narasumber sebelumnya, Pastor Brian Siawarta menegaskan bahwa kondisi pandemi memaksa kita lebih cepat meningkatkan kualitas diri. Pemuda memiliki semangat pelayanan yang visioner, kerjasama antar pemuda diimbangi pembinaan karakter di dalam gereja akan menjawab tantangan bagsa”, ucap Ps. Brian.

Ketua PGI Wilayah Lampung, Pdt. Samuel C. Sitompul, S.Th. menyampaikan fenomena generasi muda hari ini lebih pada sosial media, dunia kerja,dan populer, yang menjadikannya cenderung kurang berminat dalam berdiskusi. Maka dari itu Gereja perlu melakukan pendekatan Pembinaan pemuda kristen pada konteks abad 21 ini, serta bahan pembinaan era global tetapi tetap mengikatkannya pada kehidupan gerejawi.

Menyambut 2045, ide dan gagasan pemuda dalam menciptakan gereja dan program-program gereja harus disampaikan terbuka. “Bukan tentang perbedaan generasi, tetapi makna kolaborasi”, tutup Pdt. Indra Rimbawan Sekretaris PGLII Lampung.

Webinar GAMKI ini dimoderatori oleh tokoh pemuda kristen Lampung, Laikmen Sipayung, S.E., M.Si. dan berlangsung hingga 3 jam, dan diakhiri dengan doa bersama Pulihnya Indonesia dari Pandemi Covid-19. (rls/rd).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed