oleh

DPRD Lampung Sebut ASN Tengah Dilanda Gejala Sosial Mau Hidup Berlebihan

BANDAR LAMPUNG, Utamanews.id – DPRD Lampung menilai oknum ASN Disperindag, ARD dan anggota Polresta Bandar Lampung Bripka IS tersangka perampokan mobil Toyota Yaris BE 1062 XX di Lapangan Saburai, Enggal, dipicu gejala sosial yang menuntut untuk lebih berada (kaya).

Mobil yang dirampas milik korban seorang mahasiswa Guritno Tri Widianto (19) warga Bumi Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.

Anggota DPRD Lampung Watoni Noerdin mengatakan, hal tersebut bisa terjadi karena saat ini ASN kerap melakukan hal-hal yang melanggar, dan itu karena suatu gejala sosial.

“Gejala sosial yang terjadi saat ini karena para ASN sudah menuju kepada kehidupan ekonomi yang berlebihan, tapi tidak disesuaikan dengan pendapatan yang bersangkutan,” katanya, Kamis (21/10).

“Ini berbahaya buat hal-hal yang seperti ini, makanya orang seperti ini harus dibimbing oleh atasannya, untuk diberikan semacam pemahaman,” sambung dia.

Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindak kejahatan di antaranya tuntutan ekonomi yang berlebihan, gaya hidup yang dipengaruhi lingkungan.

“Bisa juga tuntutan keluarga, dan biasanya ada juga yang sudah terjebak dalam sebuah penyakit masyarakat yaitu narkotika atau narkoba yang mempengaruhi kita untuk melakukan hal-hal di luar nalar akal sehat meskipun dia memiliki segalanya,” jelasnya.

“Kan sayang, sudah PNS, polisi masa masih mau melakukan kejahatan. Ini yang harus ditegakkan oleh aparatur penegak hukum. Sanksinya sudah jelas, usut tuntas kasus ini hingga terbukti lalu dipecat,” kata Watoni Noerdin.

Lanjutnya, untuk ASN sanksinya juga sama, karena oknum ASN tersebut sudah tidak memberikan suatu contoh yang baik, padahal dirinya merupakan suri tauladan bagi masyarakat Lampung.

“Ketika dipecat, nanti akan dilihat sangkutannya, jika utangnya masih banyak di bank misalnya, itu merupakan tanggungjawab dari diri dia sendiri atau keluarga untuk menyelesaikan. Kalau dia dipecat, berarti SK nya sudah tidak berlaku lagi,” ujarnya.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Lampung Yozi Rizal, turut mendukung penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya terutama dalam mengusut tuntas perkara tersebut.

“DPRD Lampung mendukung penegak hukum dalam artian Polda untuk usut tuntas kasus perampokan mobil Toyota Yaris yang diduga dilakukan oleh oknum ASN dan aparat kepolisian,” tutupnya. (rls/rd).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed