oleh

Rampung Pembangunan Pura Pengelukatan dari Film Pangapti 1963, akan Diresmikan Bupati Way Kanan dan Dirjen Bimas Hindu

WAY KANAN, Utamanews.id – Film dokumenter berjudul Pangapti (1963) yang sempat viral pada akhir tahun 2020, telah berhasil menarik simpati publik melalui gerakan donasi pembangunan pura penglukatan.

Penggagas sekaligus produser Pangapti, Andre Nuaba mengungkapkan bahwa pembangunan penglukatan tersebut merupakan hasil dari gotong royong publik yang digerakkan berdua melalui sosial media bersama MD. Astrama yang merupakan editor dalam produksi Pangpti.

“100% pembangunan Penglukatan Manca Tirtha Pamunah Papa Pura Ulunswi ini merupakan hasil gotong royong masyarakat dari berbagai provinsi di Indonesia melalui platform sosial media” ungkapnya pada Sabtu, (27/11/2021).

Nama Penglukatan tersebut, tambah Andre memiliki makna dan filosofi yang digali dari sejarah berdirinya Pura Ulunswi di Karang Agung. manca = lima, tirtha = air suci, pemunah = penghapus, papa = dosa/kesalahan.

“Artinya lima sumber air suci yang diharapkan mampu menghapus dosa atau menuntun kita agar terhindar dari perbuatan adharma. Ketika lima sumber air suci ini bertemu menjadi satu ia menjadi simbol kehidupan yang dimanfaatkan umat Hindu sekitar sebagai sumber pengairan pertiwi salah satunya untuk pertanian, sesuai dengan fungsi Pura Ulunswi” jelasnya.

Penglukatan Manca Tirtha yang kini sudah rampung dibangun, dijadwalkan akan diresmikan oleh Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya dan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Tri Handoko Seto.

“Jadi akan ada dua acara, pertama tanggal 30 November 2021 akan dilakukan peresmian secara skalanya oleh Bupati Way Kanan dan Dirjen Bimas Hindu, dan ritual agamanya atau melaspas akan dilakukan pada tanggal 04 Desember 2021” ungkap Andre.

Andre Nuaba berharap, Pengelukatan Manca Tirtha dapat menjadi salah satu destinasi wisata religi di Way Kanan, khususnya umat Hindu.

“Harapan kita, tidak hanya sebagai tempat beribadah bagi umat sekitar, namun juga bisa menjadi salah satu objek wisata religi khususnya bagi umat Hindu. Terlebih di sini ada tradisi ngurung merino dan nyimpen manik galih yang mungkin bisa jadi pengetahuan baru bagi umat Hindu di luar” ungkapnya.

Di balik kisah panjang pembuatan film Pangapti hingga menjadi sebuah pura, editor MD. Astrama berharap pencapaiannya tersebut dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda daerah lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang telah turut mendukung project sosio-religi ini, harapannya ini menjadi salah satu corong inspirasi sehingga akan muncul karya-karya positif lainnya oleh anak muda di luaran sana” tutupnya. (rls/rd).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed