KPR Mandiri (BMRI) Tumbuh 7,1 Persen, Didominasi Karyawan Usia Muda

JAKARTA, Utamanews.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 7,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga Mei 2022.

VP Corporate Communication Bank Mandiri Ricky Andriano mengatakan penyaluran KPR tersebut didominasi pegawai yang mayoritasnya berusia muda.

Sejalan dengan tingkat konsumsi yang sudah mulai bergerak naik, Ricky menyampaikan Bank Mandiri optimistis pertumbuhan kredit konsumer akan turut meningkat.

“Kami optimistis pertumbuhan pencairan KPR akan terus meningkat sepanjang tahun ini. Untuk mendukung hal tersebut, kami juga sudah menyiapkan beberapa program unggulan lain,” kata Ricky kepada Bisnis, Senin (11/7/2022).

Adapun program unggulan tersebut antara lain dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan rekanan untuk menyalurkan KPR khusus pegawainya, melalui program HOP atau house ownership program.

Lalu, ada program KPR Lelang. Dalam program ini, Ricky menjelaskan terdapat pilihan properti dengan nilai market yang tinggi, namun dapat dimiliki dengan harga kompetitif melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Selain itu, Bank Mandiri juga telah menyiapkan program marketing khusus developer premium. Program ini memungkinkan limit kredit yang lebih besar dan menawarkan benefit percepatan proses.

Di samping itu, Bank Mandiri juga menyasar program pembiayaan rumah untuk generasi muda, yakni dengan mengeluarkan program KPR khusus milenial.

Ricky menjabarkan untuk program KPR khusus milenial ini memiliki angsuran ringan dengan tenggat waktu (grace period) dan bunga fixed berjenjang yang pasti selama 10 tahun, yaitu 4,28 persen di tahun ke-1 sampai dengan 3. Lalu, 7,68 persen di tahun ke-4 sampai dengan tahun ke-6, dan dilanjutkan dengan 9,68 persen di tahun ke-7 sampai dengan tahun ke-10.

Lebih lanjut, untuk sistem payroll di Bank Mandiri, Ricky mengklaim proses yang dilakukan cepat tanpa verifikasi ke perusahaan. Sedangkan untuk perusahaan terpilih, penghasilan yang diperhitungkan untuk aplikasi kredit termasuk dengan bonus dan tunjangan lainnya.

“Untuk memastikan kualitas kredit dari kalangan milenial ini tetap bagus, maka dilakukan mitigasi berupa pemilihan target market, khususnya untuk milenial yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang merupakan nasabah wholesale kelolaan Bank Mandiri beserta value chain-nya,” tutupnya. (rls/rd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *