CAT dan Harapan Baru Pemilu 2024

Oleh : Aru Pratama MS / Pemuda Pemerhati Demokrasi

Menjelang Pemilihan Umum yang semakin dekat, penyelenggara pemilu, baik itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), sudah melakukan Rekruitmen lembaga Adhoc di bawahnya. Yang dimaksud disini adalah, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemilihan Desa (PPS) untuk KPU, serta Pengawas tingkat Kecamatan (Panwascam) untuk Bawaslu.

Yang menarik baik KPU maupun Bawaslu, dalam proses rekruitmen para pasukan yang nantinya akan menjadi ujung tombak Pemilu 2024, menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Dengan sistem ini, penyelenggara menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan Pemilu yang jujur, adil, dan terbuka. Kenapa demikian? Sebab, pola rekruitmen tersebut, besar harapan bahwa yang akan menjadi penyelenggara adalah orang-orang terbaik dan terpercaya.

Sebenarnya, sistem CAT ini sudah jamak digunakan oleh Instansi lain, termasuk ketika rekruitmen Aparatur Sipil Negara (ASN). Dan sistem ini terbukti mampu meminimalisir permainan, sehingga tidak ada lagi terdengar untuk menjadi ASN harus dititip kepada orang tertentu dengan nominal fee tertentu. Penggunaan sistem rekruitmen berbasis komputer, menunjukkan bahwa negara berada di jalur yang benar dalam perbaikan SDM, termasuk dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

Dengan sistem yang sama, pun juga akan meminimalisir isu ‘permainan’ bahwa untuk menjadi penyelenggara harus punya orang yang bisa dititipkan. Sebab, sistem dengan basis Komputer tersebut, lolos dan tidaknya ditentukan oleh sistem yang sudah dibuat. Karenanya, sistem rekruitmen dengan pola CAT memungkinkan untuk melahirkan calon pejuang-pejuang demokrasi yang cakap dan kompeten. Sebab berbeda jika tesnya masih menggunakan tes tulis, dengan sistem CAT, faktor ‘Human Error’ bisa diminimalisir.

Oleh karena itu, sistem tersebut perlu diapresiasi, karena dengan terpilihnya anggota badan Adhoc pemilu, yakni PPK dan Panwascam yang cakap dan kompeten, besar harapan bahwa Pemilu yang akan datang bisa menjadi berjalan dengan baik, adil dan terbuka sebagaimana prinsip demokrasi. Dengan begitu, baik masyarakat biasa hingga pihak-pihak yang hendak berkontestasi pada Pemilu 2024, tidak lagi perlu merasa khawatir, karena penyelenggara yang terpilih adalah orang-orang yang terbaik. Dan bagaimanapun, Pemilu yang baik dimulai dari sistem yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *