Kordinator Forum Komunikasi Milenial Lampung, Rizki Okta Putra: Stop Politisasi Bencana Banjir di Bandar Lam

Utamanews.id, Bandar Lampung – Kordinator Forum Komunikasi Milenial Lampung (FKML), Rizki Oktara Putra, meminta untuk semua pihak Stop politisasi bencana banjir di bandar lampung menjelang pilkada 2024.

Intensitas hujan yang tinggi dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini telah menyebabkan banyak titik di bandar lampung terendam air, kejadian ini seharusnya mendapatkan perhatian serius oleh elit politik, tokoh dan masyrakat di bandar lampung, untuk gotong royong menangani banjir.

“Banjir sifatnya adalah bencana alam, sangat tidak etis kalo bencana di jadikan alat politik untuk membangun opini yang hanya menyudutkan hanya satu pihak, yaitu pemerintah kota bandar lampung, seolah-olah hanya kesalahan tunggal”

Rizki juga ingin menjelaskan, bahwa penyabab banjir itu sangat kompleks dan banyak faktor, bukan hanya di sebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi. Salah satunya adalah faktor topografi, topografi yang beragam dimana bandar lampung mempunyai kawasan rendah hingga perbukitan. sehingga, sebagian kawasan bandar lampung adalah daerah lewatnya jalur air hujan.

“Menurut data BPBD 2020, hampir 40% daerah di bandar lampung adalah daerah rawan banjir, ini bukanlah untuk pemakluman, Namun harus di lihat juga pemkot bandar lampung dalam banyak kesempatan disampaikan akan berkomitmen untuk terus memperbaiki situasi, mulai dari jangka pendek, pembenahan tanggul, hingga jangka panjang” tambahnya

Selain, faktor topografi, pendangkalan sungai, penyumbatan irigasi yang disebabkan karna sebagian masyrakat kita masih membuang sampah sembarangan hingga Tata ruang kota dan Ruang terbuka hijau.

“Sudah sejak Awal, pemkot bandar lampung menyadari hal ini, karna itu pemkot ada program grebek sungai, untuk mengurai persoalan pendangkalan dan sampah yang menjadi salah satu faktor tambahan memperparah situasi” Ucapnya

Oleh karna itu, Riski menegaskan, bahwa bencana banjir tidak boleh di jadikan alat untuk membangun opini untuk menyerang dan menguntungkan pihak-pihak tertentu.

“Seharusnya ini selain kita jadikan bahan evaluasi kedepan bersama-sama, tidak hanya pemerintah, namun juga masyarakat agar cinta lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan dan juga sebagai moment untuk kita bahu membahu untuk membantu saudara kita yang terkena musibah” tegasnya lagi.

Namun, sebagai generasi muda bandar lampung, Rizki juga punya harapan bahwa bencana banjir di masa depan bisa di minimalisir. Sebab bagaimanapun bencana banjir merugikan semua pihak, masyrakat dan pemerintah. (rls/rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *