Jakarta, Utamanews.id – Anggota Komisi IV DPR RI, I Ketut Suwendra, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) atas capaian luar biasa dalam mewujudkan swasembada beras nasional. Politisi PDI Perjuangan itu menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras tim Kementan yang mampu melampaui target awal yang telah ditetapkan Presiden.
“Izin saya mewakili PDI Perjuangan, kami mengapresiasi apa yang telah dicapai Kementerian Pertanian. Target swasembada beras yang awalnya dipasang Presiden empat tahun, kemudian dipercepat menjadi tiga tahun, bahkan dengan kerja keras tim Kementan dapat dicapai hanya dalam satu tahun dan telah diumumkan langsung oleh Presiden,” kata Suwendra saat RDP Komisi IV DPR RI bersama Kementan, KKP, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan ID Food, Selasa (3/2/2026).
Menurut Suwendra, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa kebijakan dan program yang dijalankan Kementan berada di jalur yang tepat. Bahkan, keberhasilan ini membuat Menteri Pertanian mendapatkan penghargaan utama atas dedikasi dan kinerjanya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Lebih lanjut, Suwendra berharap prestasi yang telah diraih tersebut tidak hanya menjadi capaian sesaat, tetapi dapat dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa swasembada pangan harus dibarengi dengan stabilitas distribusi dan harga di tingkat masyarakat.
Namun demikian, Suwendra juga menyoroti persoalan klasik yang kerap muncul menjelang Hari Raya Idul Fitri, yakni kelangkaan dan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Ia berharap langkah-langkah strategis yang telah disampaikan Menteri Pertanian benar-benar mampu mencegah persoalan tersebut terulang kembali.
“Ya, mudah-mudahan apa yang disampaikan Pak Menteri menjadi langkah strategis sehingga kelangkaan dan lonjakan harga pangan tidak terulang lagi pada tahun ini,” katanya.
Politisi PDIP dari Daerah Pemilihan Lampung II itu juga menanggapi kondisi panen raya jagung dan padi yang saat ini terjadi di berbagai daerah. Ia menilai kebijakan pemerintah terkait penetapan harga sudah cukup membantu petani. Namun, di sisi lain, masih terdapat keluhan terkait lambatnya penyerapan hasil panen.
“Karena kami banyak ditanyakan petani, Bulog ini menyerap atau tidak, karena petani sudah panen. Alhamdulillah, Bulog sudah cepat merespons dan mulai melakukan penyerapan di bawah, dengan semua kualitas dan harga yang sama,” ungkapnya.
Suwendra menilai langkah Bulog tersebut patut diapresiasi karena memberikan kepastian bagi petani bahwa hasil panen mereka terserap dengan baik. Penyerapan yang cepat dan merata dinilai sangat penting untuk menjaga semangat petani sekaligus mencegah anjloknya harga di tingkat produsen.
Lebih dari itu, Suwendra berharap Bulog dapat lebih proaktif dalam melihat kondisi riil petani di lapangan, khususnya terkait penjadwalan musim tanam padi dan jagung. Menurutnya, sinkronisasi antara masa tanam, panen, dan penyerapan hasil produksi sangat menentukan kesejahteraan petani.
“Dari penyampaian Bulog tadi, ini cukup menghibur kami karena mereka mau turun langsung ke bawah, melihat kondisi apakah sudah panen atau belum. Hal ini harus terus dijaga, sehingga petani bisa tersenyum dan konsumen juga bisa tersenyum,” pungkasnya.
Untuk diinformasikan, capaian swasembada beras yang lebih cepat dari target, Suwendra berharap sinergi antara Kementerian Pertanian, Bulog, pemerintah daerah, dan para petani terus diperkuat. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal distribusi yang adil dan harga yang terjangkau bagi masyarakat luas. (rls).








