DELISERDANG, Utamanews.id – Tiga orang yang diduga melakukan pencurian sepeda motor tewas dihajar 600-an warga dari 5 desa di Desa Penungkiren Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang, Jumat (28/1/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.
Menurut keterangan saksi mata yang disampaikan Kapolsek Talun Kenas AKP Hendra NS Tambunan, aksi main hakim sendiri yang dilakukan sekitar 600-an warga ini, mengakibatkan ketiganya meninggal dunia.
“Keterangan saksi, jumlah kelompok massa diperkirakan mencapai 600 orang. Yang diduga berasal dari Desa Kuta Mbelin, Desa Penungkiren, Desa Rambai, Desa Talaeta dan Desa Mardinding,” kata Hendra.
Hendra juga menyebut, kondisi ketiga korban yang tewas penuh dengan luka akibat hujaman senjata tajam. Tak hanya itu, sebuah sepeda motor yang diyakini milik para pelaku, hangus terbakar.
“Kondisi ketiga korban tewas dengan kondisi luka senjata tajam. Dan sekitar 800 meter dari TKP ditemukan sepeda motor hangus terbakar yang diyakini milik para pelaku,” jelasnya.
Ketiga jasad tersebut sudah dievakuasi ke Puskesmas Talun Kenas untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan.
Pelaku Dipergoki Warga
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pencurian yang dilakukan tiga orang pelaku terjadi di rumah seorang warga bernama Botak Ginting di Desa Kuta Mbelin Kecamatan STM Hulu, Deliserdang. Ketiganya diduga berusaha berusaha mencuri sepeda motor RX King yang terparkir di teras rumah.
Warga yang memergoki aksi pencurian ini, langsung berteriak sehingga mengundang aksi dan emosi warga di tempat itu.
Para pelaku berupaya kabur menghindari kejaran massa. Namun warga menyebar dan mengepung ketiganya ketika melalui Desa Goa Ergendang tembusan Desa Periaria dan Desa Lau Rakit.
Tak dapat berbuat banyak, pelaku yang belum diketahui identitasnya ini, terjatuh ke jurang Desa Penungkiren. Warga tanpa memberi ampun menghajarnya hingga tewas. (rls/rd).





