Utamanews.id, Jakarta – Kesatuan Mahasiswan Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menilai keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar loborotorium narkoba milik Warga Negara Asing (WNA) yang terletak di Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali, telah menyelamatkan generasi muda.
Hal ini pasalnya selama ini generasi muda sering menjadi sasaran sindikat narkoba. Mereka generasi muda tidak hanya menjadi korban kecanduan narkoba, namun juga kerap kali dimanipulasi oleh para sindikat untuk mengedarkan narkoba dilingkungan mereka.
Ketua PP KMHDI I Wayan Darmawan mengatakan narkoba sudah menjadi musuh bersama yang harus diperangi seluruh elemen bangsa secara tuntas. Jika tidak peredaran narkoba dapat menjadi potensi ancaman ketahanan nasional.
“Kami mengapresiasi BNN atas keberhasilannya mengungkap laborotorium narkoba di Gianyar Bali. Kami pun selalu mendukung upaya-upaya BNN untuk menuntaskan kasus narkoba untuk menyelamatkan generasi muda,” terangnya.
Lebih lanjut, Darmawan mengatakan keberhasil BNN mengungkapkan adanya laborotorium narkoba WNA di Gianyar dapat mendi titik awal untuk mulai memberantas kasus narkoba di pulau Dewata.
Ia mengatakan sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali diduga menjadi tempat favorit bagi sindikat narkoba internasional melancarkan aksinya.
“Pengungkapan ini adalah sebagai batu pijakan untuk mengungkap secara keseluruhan jaringan narkoba di Bali. Untuk itu kami meminta BNN tidak dulu berpuas diri setelah selesai mengungkap kasus laborotorium, namun justru harus segera mengambil langkah cepat menuntaskan jaringan yang lain,” yerangny.
Lebih jauh, Darmawan juga mengajak seluruh kelompok dalam masyarakat selalu memantau lingkunganya disekitarnya. Jika ada hal-hal yang mencurigakan berkaitan dengan jaringan narkoba agar segera dilaporkan kepada pihak berwenang.
Darmawan mengatakan selama narkoba masih beredar, maka generasi muda Indonesia masih dalam ancaman. Hal ini karena generasi muda kerap sekali menajdi sasaran sindikat narkoba.
“Jika generasi muda kita kecanduan narkoba maka yang menjadi taruhannya adalah masa depan bangsa kita. Karena kepada merekalah bangsa ini diwarikan,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya BNN berhasil mengungkap laborotorium narkoba milik WNA Filipina di sebuah villa di Jalan Keliki Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali. Dari hasil pengungkapan tiga orang WNA asal Filipina ditetapkan sebagai tersangka. (rls/rd)









