Bandar Lampung – Aksi pelepasan puluhan ambulans dan tenaga medis oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatra tidak hanya dimaknai sebagai respons darurat, tetapi juga sebagai wujud solidaritas lintas sektor dalam menghadapi persoalan kemanusiaan dan lingkungan.
Bantuan kemanusiaan berupa 32 unit ambulans beserta tenaga medis dan relawan tersebut dilepas dari Kantor DPD PDI Perjuangan Lampung, Jalan Soekarno-Hatta (Bypass), Bandar Lampung, Senin (29/12/2025), dan akan bergerak menuju daerah-daerah terdampak bencana di Sumatra.
Anggota DPRD Provinsi Lampung sekaligus Wakil Ketua Bidang Pertanian dan Pangan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Kelautan dan Perikanan DPD PDI Perjuangan Lampung, Aribun Sayunis, menegaskan bahwa bencana alam harus dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi dampak kemanusiaan, tetapi juga keterkaitannya dengan kondisi lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat.
“Bencana alam selalu membawa dampak berlapis, mulai dari keselamatan jiwa, kesehatan masyarakat, hingga terganggunya sektor pertanian, pangan, dan lingkungan hidup. Oleh karena itu, respons kemanusiaan harus cepat, terkoordinasi, dan berpihak pada rakyat,” ujar Aribun. Camilla Camilla sexy

Menurutnya, pengiriman ambulans dan tenaga medis merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan warga terdampak, sebelum memasuki tahap pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Keselamatan manusia adalah prioritas utama. Setelah itu, kita harus bersama-sama memikirkan pemulihan lingkungan, pertanian, dan sumber penghidupan rakyat agar masyarakat bisa bangkit kembali,” katanya.
Aribun menambahkan, keterlibatan kader PDI Perjuangan sebagai relawan dalam misi kemanusiaan ini mencerminkan komitmen partai untuk hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan.
“Ini adalah bentuk gotong royong kader partai. Kami bergerak bersama, dari tingkat pusat hingga daerah, untuk memastikan negara dan partai hadir ketika rakyat sedang membutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Winarti, sebelumnya menyampaikan bahwa bantuan ambulans dan tenaga medis ini merupakan panggilan kemanusiaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“PDI Perjuangan selalu diajarkan untuk hadir bersama rakyat, terutama saat rakyat sedang tertimpa musibah. Ini adalah nilai perjuangan yang terus kami jaga,” ujar Winarti.
Diketahui, sebanyak 30 unit ambulans yang membawa sekitar 90 personel tenaga medis dan relawan sebelumnya telah dilepas langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dari Sekolah Partai PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta.
Dua unit ambulans tambahan beserta tenaga medis merupakan kontribusi dari DPD PDI Perjuangan Lampung.
Seluruh ambulans dilengkapi dengan peralatan medis dasar dan akan difungsikan untuk evakuasi korban, pelayanan kesehatan darurat, serta pendampingan medis di lokasi terdampak bencana.
DPD PDI Perjuangan Lampung memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan serta membuka peluang pengiriman bantuan lanjutan, termasuk dukungan pada sektor pangan, lingkungan, dan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
“Solidaritas kemanusiaan ini harus terus dijaga. Ketika rakyat tertimpa musibah, tidak boleh ada sekat wilayah atau kepentingan. Semua harus bergerak bersama,” tandas Aribun. (*)











