Bandar Lampung – Pengurus Daerah (Pengda) TP Sriwijaya Provinsi Lampung memperingati Hari Ibu ke-97 dengan tema “Perempuan Berdaya, Berkarya, dan Berbudaya Menuju Indonesia Emas 2045” di Lamban Sabah Resto, Sukarame, Bandar Lampung, Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sejarah sekaligus penguatan peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa.
Ketua TP Sriwijaya Lampung, Nurhasanah, menyampaikan bahwa Hari Ibu bukan hanya peringatan seremonial, tetapi juga momentum edukasi, spiritual, dan kebudayaan. Menurutnya, tanggal 22 Desember memiliki sejarah panjang, di mana ratusan perempuan Indonesia sejak era sebelum kemerdekaan telah berkumpul untuk menyuarakan hak-hak perempuan dan isu-isu sosial penting seperti pendidikan perempuan, perlindungan anak yatim piatu, nasib janda, serta penolakan kawin anak dan kawin paksa.

“Isu-isu tersebut menjadi tonggak perjuangan perempuan Indonesia. Sejarah Hari Ibu adalah sejarah keberanian perempuan dalam memperjuangkan martabat dan keadilan,” ujar Nurhasanah. Ia menambahkan, Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, secara resmi menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional pada tahun 1959, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam perjalanan bangsa.
Nurhasanah menekankan bahwa TP Sriwijaya Lampung berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan di semua aspek kehidupan. Kegiatan ini diisi dengan tausiyah agama oleh Ustaz Kholis, yang bertujuan memperkuat landasan moral dan spiritual para peserta sebagai penggerak perubahan sosial di masyarakat.
“Kami ingin perempuan Lampung semakin percaya diri, berdaya, dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, TP Sriwijaya akan terus menguatkan peran perempuan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Nurhasanah.

Ratusan peserta perempuan dari berbagai latar belakang hadir dalam acara ini, termasuk jajaran fungsionaris perempuan DPD PDI Perjuangan Lampung. Kehadiran mereka menjadi wujud dukungan terhadap penguatan peran strategis perempuan dalam kehidupan sosial, budaya, dan pembangunan bangsa. Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti pun menyampaikan apresiasi atas peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, sekaligus mendorong perempuan berani mengambil peran strategis di berbagai bidang kehidupan.
Acara ini juga menjadi momentum memperkuat identitas dan budaya lokal Lampung. Para peserta tampil mengenakan busana tradisional kebaya berpadu kain tapis, sebagai simbol keberpihakan pada budaya daerah sekaligus pernyataan bahwa perempuan bisa tampil berdaya, berkarya, dan berbudaya.
Peringatan Hari Ibu ke-97 oleh TP Sriwijaya Lampung menegaskan bahwa perempuan Indonesia, khususnya perempuan Lampung, adalah pilar penting dalam menjaga nilai budaya, moral, dan masa depan bangsa. Dengan semangat sejarah perjuangan dan kolaborasi, perempuan diharapkan menjadi penggerak perubahan sosial serta pelopor pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.









