Bandar Lampung – Memperingati malam Nuzulul Qur’an di bulan suci Ramadan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 500 paket takjil kepada masyarakat serta memberikan santunan kepada anak yatim, di Kantor DPD Partai, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di sekitar Kantor DPD PDI Perjuangan Lampung tersebut diikuti oleh jajaran pengurus partai, kader, serta relawan yang turut turun langsung membagikan takjil kepada para pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Aribun Sayunis, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian partai terhadap masyarakat sekaligus momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan di bulan Ramadan.
Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa turunnya Al-Qur’an, tetapi juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.
“Momentum Nuzulul Qur’an ini mengajarkan kita untuk memperbanyak amal kebaikan. Melalui kegiatan berbagi takjil dan santunan kepada anak yatim, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Aribun.

Anggota DPRD Provinsi Lampung tersebut menambahkan bahwa PDI Perjuangan sebagai partai yang berkomitmen pada rakyat kecil terus berupaya menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia juga berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat rasa empati dan kepedulian. Semoga kegiatan ini membawa berkah serta semakin mempererat hubungan antara kader partai dengan masyarakat,” tambahnya.

Selain pembagian takjil, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
DPD PDI Perjuangan Lampung berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga kehadiran partai tidak hanya dirasakan dalam ruang politik, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang bermanfaat bagi banyak orang. (*)









