Lampung Timur – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan kunjungan langsung ke Jembatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, menyusul laporan masyarakat terkait permasalahan infrastruktur hingga persoalan banjir telah berlangsung menahun.
Dody menyampaikan, kunjungannya ke lokasi tersebut merupakan tindak lanjut langsung atensi Presiden Prabowo Subianto. Presiden menerima laporan keluhan warga terkait kondisi jembatan dan banjir di kawasan setempat, lalu menginstruksikan Sekretariat Kabinet untuk segera menugaskan Menteri PU turun tangan.
“Pak Presiden mendapat banyak laporan masyarakat. Ini sudah bertahun-tahun mangkrak, mungkin delapan sampai sepuluh tahun,” kata Dody dimintai keterangan, Selasa (5/2/2026).
Menurut Dody, awalnya ia mengira permasalahan hanya sebatas kondisi jembatan. Namun setelah turun langsung ke lapangan, ia mendapati persoalan cukup kompleks, terutama terkait sungai dan banjir kerap merendam permukiman warga.
Sebagai langkah awal, Dody langsung memerintahkan Kepala Balai Wilayah Sungai Lampung untuk mengecek kondisi muara sungai. Ia menduga muara sungai telah mengalami pendangkalan akibat tumpukan sedimen, sehingga menghambat aliran air dan memicu banjir.
“Paling gampang menurunkan banjir itu kalau muaranya rendah dan air bisa langsung keluar. Kalau muaranya sudah penuh sedimen, ya harus dinormalisasi dulu,” jelasnya.
Selain normalisasi muara, Kementerian PU juga mempertimbangkan pembangunan jetty atau struktur penahan di muara sungai. Fungsinya untuk mencegah lumpur kembali menumpuk setelah pengerukan dilakukan.
“Setelah muara dibersihkan, mungkin perlu dibangun jetty supaya sedimen tidak balik lagi,” kata Dody.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan penanganan jangka menengah berupa pembangunan tanggul di sepanjang aliran sungai. Saat ini, tanggul baru tersedia di satu sisi sungai, sementara sisi lainnya masih terbuka.
Dody menyebut, panjang tanggul yang dibutuhkan mencapai sekitar 60 kilometer. Meski tergolong panjang, ia menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam melihat masyarakat terus terdampak banjir.
“Daripada kita melihat masyarakat kebanjiran terus, lebih baik kita tanggul saja. Karena panjangnya 60 kilometer, mungkin kita bikin tanggul sementara dulu, yang penting sudah tertanggul dan banjir bisa teratasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap kondisi masyarakat di daerah.
Menurutnya, pemerintah harus hadir secara menyeluruh dan tidak setengah-setengah dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur dan bencana.
“Bapak Presiden itu bersedih kalau masyarakatnya kesusahan. Maka pemerintah harus hadir secara komprehensif,” imbuh Dody.









